20/02/14

Persenjataan RI buatan dalam Negeri

musya1.blogspot.com"

" Indonesia merupakan sebuah negara kepuluan dan merupakan negara kepulauan terbesar ke 2 setelah Republik Finlandia (http://indooneesia.blogspot.com/2013/03/10-negara-dengan-pulau-terbanyak.htmlttp:="">
om/"> ), oleh karena itu Indonesia harus mempunyai kekuatan untuk mempertahankan pulau-pulau tersebut dari serangan luar, baik sekarang maupun untuk masa depan, terutama negara-negara tetangganya. "

Karena Sejak jaman kerajaan Inggris, Indonesia sudah berselisih dengan negara-negara tetangganya, hingga saat ini gangguan tersebut masih terus terjadi dan akan terus terjadi jika Indonesia tidak memperkuat diri"

" Kekuatan untuk mempertahankan negara tersebut sampai saat ini banyak yang didapat dari negara lain alias Impor, dan jika ini terus berlanjut akan memungkinkan kalau Indonesia tidak akan mampu mengimbangi kekuatan musuh yang ingin mencaplok negara ini, karena anggaran untuk mendatangkan kekuatan/teknologi militer sangat besar. Sehingga ini mendorong seluruh elemen anak bangsa untuk melakukan perubahan, terutama dalam pertahanan militer/alutsista TNI "


"Sebagai bangsa yang besar Indonesia sudah mampu membangun alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang tidak kalah dengan bangsa lain. Ada beberapa karya anak bangsa yang dapat diandalkan baik yang sudah diciptakan maupun yang masih dalam pengembangan  seperti (Rantis, tank, pesawat tempur, helikopter serang, senjata, roket, dll.
"Alutsista TNI merupakan cerminan kesiapan negara dalam mengatasi ancaman dari luar maupun gangguan dalam negeri. Selain itu Alutsista TNI juga adalah simbol ketahanan negara dalam menjaga kedaulatannya. Untuk itu sangatlah penting untuk terus melakukan penambahan alutsista baik dari segi kuantitas terlebih lagi dalam hal kualitasnya. Jangan sampai alutsista TNI kita ketinggalan dari negara-negara tetangga.
 TNI AD Kembangkan Alutsista Indonesia Bersama LAPAN

Pada 21 Januari 2014, TNI AD menandatangani MoU (Nota Kesepahaman) dengan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) untuk bersama-sama kembangkan alutsista buatan Indonesia, terutama untuk pengembangan pesawat tanpa awak serta missil roket Indonesia. Penandatangan tersebut dilakukan oleh KSAD Jenderal TNI Budiman serta Kepala LAPAN Bambang S Tejakusuma di aula serbaguna Mabes AD, Jl. Veteran, Jakarta Pusat. 

Kualitas Alutsista tidak terlepas dari besaran anggaran APBN yang dialokasikan untuk pembelian alat-alat baru. Dari pameran TNI AD yang digelar di Surabaya baru-baru ini sedikit banyak dapat memberikan gambaran kepada masyarakat umum tentang kelengkapan Alutsista TNI AD. Disana dipamerkan beberapa tank dan peralatan kavaleri seperti meriam dan beberapa alat tempur lainnya.


"R&D Angkatan Laut kali ini menampilkan hasil risetnya berupa subskimmer, wahana ini dapat dipakai di permukaan air maupun menyelam, cocok digunakan untuk operasi pasukan khusus. Wahana dengan panjang 5,5m ini mampu membawa 4 personil dan mempunyai kecepatan 20 knot di permukaan air dan 2-4 knot ketika digunakan untuk penyelaman."

"Guided Missile Escort PKR 105 menjadi primadona pada pameran ini. Penunjukan Damen Schelde sebagai mitra PT. Pal untuk membuat kapal ini pada bulan Agustus lalu akan segera diikuti kontrak dengan Kementrian Pertahanan. PKR 105 akan menjadi kapal paling canggih dan modern di armada tempur Angkatan Laut. "








Kapal PKR-105 kerjasama bareng dengan Damen Schelde (photo : Defense Studies)

 
LEN baru saja sukses melakukan kerjasama dengan LAPAN dalam membuat sistem telemetri roket D230, sehingga ujicoba roket yang dilakukan dapat diikuti kecepatannya, arahnya dan ketepatannya secara real time.











  
Telemetri roket D230 (photo : Defense Studies)
Roket R-HAn 122 terus dilakukan uji coba sebelum diproduksi massal (all photos : DMC)

Yogyakarta Ketergantungan Indonesia terhadap roket buatan luar negeri untuk pertahanan sangat besar. Saat ini Indonesia akan memproduksi 1.000 roket dengan nama R-Han 122. 

Roket ini merupakan roket pertahanan kaliber 122 yang sudah ada hulu ledaknya. Roket yang akan diproduksi tersebut memiliki jangkauan 15-20 kilometer.

"Kita akan produksi 1.000 roket dengan nama R-Han 122. Roket berhulu ledak ini merupakan roket pertahanan kaliber 122," kata staf ahli pertahanan dan keamanan Kemenristek RI, Ir. Hari Purwanto, M.Sc dalam Focus Group Discussion "Pemanfaatan Teknologi Litbangyasa untuk Roket Uji Muatan" di KPTU Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (7/6/2012).
 
Ha Sung Yong Yakin Pesawat Jet Tempur Indonesia-Korea Bisa Geser F-16
T 50 Golden Eagle (Istimewa/www.airliners.net), hasil kerjasama pertahanan Indonesia dengan Korsel.

 Berikut daftar alutsista yang dimiliki TNI saat ini.
TNI AU
12 Pesawat coin Super Tucano (pesan 16 unit, 4 sudah datang)
16 Jet tempur Golden Eagle (sudah datang semuanya Jan 2014)
8 Jet tempur F16 setara blok 52 (jumlah pesanan 30 F16 upgrade)
5 Pesawat angkut sedang CN295 (pesan 9 unit, 5 sudah diterima thn 2013)
8 Pesawat angkut berat Hercules (pesan 9 unit, 1 sudah diterima thn 2013)
6 Helicopter Cougar
6 UAV Heron
4 Radar Thales
1 Simulator Sukhoi
TNI AL
37 Tank amfibi BMP3F (sudah datang dan diserahkan resmi Jan 2014)
25 Kendaraan amfibi LVTA1 dari Korsel (hibah batch 2)
5 Tank amfibi jenis BTR-4 (Pesanan sebanyak 55 unit)
10 MLRS RM Grad
11 Helikopter anti kapal selam Panther
4 Pesawat intai maritim CN235 MPA
4 Helicopter angkut Bell 412 Ep
3 Kapal perang light fregat “Bung Tomo Class”
3 Kapal perang jenis KCR (Kapal Cepat Rudal) 60 m
2 Kapal perang jenis KCR 40 m
3 Kapal perang jenis LST (Landing Ship Tank)
2 Kapal perang jenis BCM (Bantu Cair Minyak)
3 Kapal perang jenis patroli cepat
1 Kapal perang jenis latih layar
2 Kapal selam Kilo
2 Kapal hydrografi
TNI AD
103 MBT Leopard II
50 Tank Marder
38 Howitzer Digital Caesar Nexter
36 MLRS Astross II Mk6
900 Truk angkut pasukan
800 Rantis
80 Panser Anoa
5 Battery Rudal Starstreak
5 Battery Rudal Mistral
180 Rudal Anti Tank Javelin
150 Rudal Anti Tank Nlaw
20 Helikopter Bell 412Ep (6 sudah diserahkan)
16 Helikopter Fennec
6 Helikopter Mi17

Berikut yang dalam proses pembuatan dan dalam proses pengadaan.

Proses Pembuatan
3 kapal selam Changbogo di Korsel
2 kapal perang jenis PKR di Belanda (opsi sampai 10 unit)
8 Helicopter Apache
1 kapal latih layar buatan Spanyol (pengganti Dewaruci)
Proses Pengadaan
16 jet tempur Sukhoi SU35
6 kapal selam Kilo
12 Helikopter Blackhawk

Berikut MEF 2 (2015-2019)

Proses Pembuatan
Pengadaan satelit militer · Penerapan Kogabwilhan
Pemenuhan alutsista 3 Divisi Marinir
Pemenuhan alutsista 3 Divisi Kostrad
Pengadaan sistem jaringan pertahanan udara strategis
Pengadaan peluru kendali SAM jarak sedang
Pengadaan peluru kendali SAM jarak pendek
Pembelian 2-3 kapal perang jenis Destroyer
Pembelian 5-6 kapal perang jenis Fregat
Pengadaan 2 kapal perang jenis LPD atau LHD
Lanjutan Proyek PKR 10514 dengan 4 opsi kapal perang
Lanjutan Proyek KCR 60 m dengan opsi 6 kapal perang
Lanjutan Proyek KCR 40 m dengan opsi 6 kapal perang
Penyelesaian 3 kapal selam Changbogo
Kedatangan 6 kapal selam Kilo
Kedatangan 1 skuadron jet tempur Sukhoi SU35
Penambahan 1 skuadron jet tempur (Gripen, Rafale, Typhoon)
Produksi bersama peluru kendali anti kapal C705
Pengembangan varian peluru kendali C705
Pengembangan Roket Rhan jarak tembak 100 km
Pembelian 7 pesawat CN295 batch 2
Pembelian 3 pesawat AEW
Pembelian 2 pesawai intai strategis
Pembelian 200 MBT (Main Battle Tank)
Produksi 100 Tank medium Pindad
Pembelian MLRS Astross batch 2
Pembelian 100 Panser Anoa Canon
Pembelian 100 Tank amfibi BMP3F



Tidak ada komentar:

Posting Komentar