" Indonesia merupakan sebuah negara kepuluan dan merupakan negara kepulauan terbesar ke 2 setelah Republik Finlandia (http://indooneesia.blogspot.com/2013/03/10-negara-dengan-pulau-terbanyak.htmlttp:="">
om/">
), oleh karena itu Indonesia harus mempunyai kekuatan untuk mempertahankan pulau-pulau tersebut dari serangan luar, baik sekarang maupun untuk masa depan, terutama negara-negara tetangganya. "
Karena Sejak jaman kerajaan Inggris, Indonesia sudah berselisih dengan negara-negara tetangganya, hingga saat ini gangguan tersebut masih terus terjadi dan akan terus terjadi jika Indonesia tidak memperkuat diri"
" Kekuatan untuk mempertahankan negara tersebut sampai saat ini banyak yang didapat dari negara lain alias Impor, dan jika ini terus berlanjut akan memungkinkan kalau Indonesia tidak akan mampu mengimbangi kekuatan musuh yang ingin mencaplok negara ini, karena anggaran untuk mendatangkan kekuatan/teknologi militer sangat besar. Sehingga ini mendorong seluruh elemen anak bangsa untuk melakukan perubahan, terutama dalam pertahanan militer/alutsista TNI "
"Sebagai bangsa yang besar
Indonesia sudah mampu membangun alat utama sistem persenjataan
(Alutsista) yang tidak kalah dengan bangsa lain. Ada beberapa karya anak
bangsa yang dapat diandalkan baik yang sudah diciptakan maupun yang masih dalam pengembangan seperti (Rantis, tank, pesawat tempur, helikopter serang, senjata, roket, dll.
"Alutsista TNI
merupakan cerminan kesiapan negara dalam mengatasi ancaman dari luar
maupun gangguan dalam negeri. Selain itu Alutsista TNI juga adalah
simbol ketahanan negara dalam menjaga kedaulatannya. Untuk itu sangatlah
penting untuk terus melakukan penambahan alutsista baik dari segi
kuantitas terlebih lagi dalam hal kualitasnya. Jangan sampai alutsista
TNI kita ketinggalan dari negara-negara tetangga.
Pada 21 Januari 2014, TNI AD menandatangani MoU (Nota Kesepahaman) dengan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) untuk bersama-sama kembangkan alutsista buatan Indonesia, terutama untuk pengembangan pesawat
tanpa awak serta missil roket Indonesia. Penandatangan tersebut
dilakukan oleh KSAD Jenderal TNI Budiman serta Kepala LAPAN Bambang S
Tejakusuma di aula serbaguna Mabes AD, Jl. Veteran, Jakarta Pusat.
Kualitas Alutsista tidak terlepas dari besaran anggaran APBN yang
dialokasikan untuk pembelian alat-alat baru. Dari pameran TNI AD yang
digelar di Surabaya baru-baru ini sedikit banyak dapat memberikan
gambaran kepada masyarakat umum tentang kelengkapan Alutsista TNI AD.
Disana dipamerkan beberapa tank dan peralatan kavaleri seperti meriam
dan beberapa alat tempur lainnya.
"R&D Angkatan Laut kali ini
menampilkan hasil risetnya berupa subskimmer, wahana ini dapat dipakai
di permukaan air maupun menyelam, cocok digunakan untuk operasi pasukan
khusus. Wahana dengan panjang 5,5m ini mampu membawa 4 personil dan
mempunyai kecepatan 20 knot di permukaan air dan 2-4 knot ketika
digunakan untuk penyelaman."
"Guided
Missile Escort PKR 105 menjadi primadona pada pameran ini. Penunjukan
Damen Schelde sebagai mitra PT. Pal untuk membuat kapal ini pada bulan
Agustus lalu akan segera diikuti kontrak dengan Kementrian Pertahanan.
PKR 105 akan menjadi kapal paling canggih dan modern di armada tempur
Angkatan Laut. "
Kapal PKR-105 kerjasama bareng dengan Damen Schelde (photo : Defense Studies)
LEN
baru saja sukses melakukan kerjasama dengan LAPAN dalam membuat sistem
telemetri roket D230, sehingga ujicoba roket yang dilakukan dapat
diikuti kecepatannya, arahnya dan ketepatannya secara real time.
Telemetri roket D230 (photo : Defense Studies)
Roket R-HAn 122 terus dilakukan uji coba sebelum diproduksi massal (all photos : DMC)
Yogyakarta Ketergantungan
Indonesia terhadap roket buatan luar negeri untuk pertahanan sangat
besar. Saat ini Indonesia akan memproduksi 1.000 roket dengan nama R-Han
122.
Roket ini merupakan roket pertahanan kaliber 122 yang sudah ada hulu ledaknya. Roket yang akan diproduksi tersebut memiliki jangkauan 15-20 kilometer.
"Kita akan produksi 1.000 roket dengan nama R-Han 122. Roket berhulu ledak ini merupakan roket pertahanan kaliber 122," kata staf ahli pertahanan dan keamanan Kemenristek RI, Ir. Hari Purwanto, M.Sc dalam Focus Group Discussion "Pemanfaatan Teknologi Litbangyasa untuk Roket Uji Muatan" di KPTU Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (7/6/2012).
Roket ini merupakan roket pertahanan kaliber 122 yang sudah ada hulu ledaknya. Roket yang akan diproduksi tersebut memiliki jangkauan 15-20 kilometer.
"Kita akan produksi 1.000 roket dengan nama R-Han 122. Roket berhulu ledak ini merupakan roket pertahanan kaliber 122," kata staf ahli pertahanan dan keamanan Kemenristek RI, Ir. Hari Purwanto, M.Sc dalam Focus Group Discussion "Pemanfaatan Teknologi Litbangyasa untuk Roket Uji Muatan" di KPTU Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (7/6/2012).

Berikut daftar alutsista yang dimiliki TNI saat ini.
| TNI AU |
| 12 Pesawat coin Super Tucano (pesan 16 unit, 4 sudah datang) 16 Jet tempur Golden Eagle (sudah datang semuanya Jan 2014) 8 Jet tempur F16 setara blok 52 (jumlah pesanan 30 F16 upgrade) 5 Pesawat angkut sedang CN295 (pesan 9 unit, 5 sudah diterima thn 2013) 8 Pesawat angkut berat Hercules (pesan 9 unit, 1 sudah diterima thn 2013) 6 Helicopter Cougar 6 UAV Heron 4 Radar Thales 1 Simulator Sukhoi |
| TNI AL |
| 37 Tank amfibi BMP3F (sudah datang dan diserahkan resmi Jan 2014) 25 Kendaraan amfibi LVTA1 dari Korsel (hibah batch 2) 5 Tank amfibi jenis BTR-4 (Pesanan sebanyak 55 unit) 10 MLRS RM Grad 11 Helikopter anti kapal selam Panther 4 Pesawat intai maritim CN235 MPA 4 Helicopter angkut Bell 412 Ep 3 Kapal perang light fregat “Bung Tomo Class” 3 Kapal perang jenis KCR (Kapal Cepat Rudal) 60 m 2 Kapal perang jenis KCR 40 m 3 Kapal perang jenis LST (Landing Ship Tank) 2 Kapal perang jenis BCM (Bantu Cair Minyak) 3 Kapal perang jenis patroli cepat 1 Kapal perang jenis latih layar 2 Kapal selam Kilo 2 Kapal hydrografi |
| TNI AD |
| 103 MBT Leopard II 50 Tank Marder 38 Howitzer Digital Caesar Nexter 36 MLRS Astross II Mk6 900 Truk angkut pasukan 800 Rantis 80 Panser Anoa 5 Battery Rudal Starstreak 5 Battery Rudal Mistral 180 Rudal Anti Tank Javelin 150 Rudal Anti Tank Nlaw 20 Helikopter Bell 412Ep (6 sudah diserahkan) 16 Helikopter Fennec 6 Helikopter Mi17 |
Berikut yang dalam proses pembuatan dan dalam proses pengadaan.
| Proses Pembuatan |
| 3 kapal selam Changbogo di Korsel 2 kapal perang jenis PKR di Belanda (opsi sampai 10 unit) 8 Helicopter Apache 1 kapal latih layar buatan Spanyol (pengganti Dewaruci) |
| Proses Pengadaan |
| 16 jet tempur Sukhoi SU35 6 kapal selam Kilo 12 Helikopter Blackhawk |
Berikut MEF 2 (2015-2019)
| Proses Pembuatan |
| Pengadaan satelit militer · Penerapan Kogabwilhan Pemenuhan alutsista 3 Divisi Marinir Pemenuhan alutsista 3 Divisi Kostrad Pengadaan sistem jaringan pertahanan udara strategis Pengadaan peluru kendali SAM jarak sedang Pengadaan peluru kendali SAM jarak pendek Pembelian 2-3 kapal perang jenis Destroyer Pembelian 5-6 kapal perang jenis Fregat Pengadaan 2 kapal perang jenis LPD atau LHD Lanjutan Proyek PKR 10514 dengan 4 opsi kapal perang Lanjutan Proyek KCR 60 m dengan opsi 6 kapal perang Lanjutan Proyek KCR 40 m dengan opsi 6 kapal perang Penyelesaian 3 kapal selam Changbogo Kedatangan 6 kapal selam Kilo Kedatangan 1 skuadron jet tempur Sukhoi SU35 Penambahan 1 skuadron jet tempur (Gripen, Rafale, Typhoon) Produksi bersama peluru kendali anti kapal C705 Pengembangan varian peluru kendali C705 Pengembangan Roket Rhan jarak tembak 100 km Pembelian 7 pesawat CN295 batch 2 Pembelian 3 pesawat AEW Pembelian 2 pesawai intai strategis Pembelian 200 MBT (Main Battle Tank) Produksi 100 Tank medium Pindad Pembelian MLRS Astross batch 2 Pembelian 100 Panser Anoa Canon Pembelian 100 Tank amfibi BMP3F |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar