20/02/14

Rusia: Peran Indonesia Penting Bagi Perdamaian Suriah



IVAnews - Pemerintah Rusia mengapresiasi peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian di Suriah. Salah satunya adalah keikutsertaan Indonesia dalam perundingan damai kedua kubu Suriah di Montreaux, Swiss bulan lalu.

Demikian disampaikan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y. Galuzin, di Jakarta, Senin 10 Februari 2014. Dia mengatakan bahwa pemerintah Rusia sepakat atas pernyataan Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa yang menegaskan bahwa konflik Suriah harus dihentikan melalui solusi diplomatis.

"Peran Indonesia sangat besar karena Indonesia sebagai negara Muslim terbesar sangat penghargaan yang besar terhadap upaya komunitas internasional soal Suriah," kata Galuzin.

"Presiden Indonesia dan Menlu marty berbicara soal solusi diplomatik menyelesaikan konflik dengan damai, gencatan senjata dan penyelesaian secepatnya pengungsi Suriah," lanjutnya lagi.

Galuzin mengatakan bahwa sikap Indonesia ini sesuai dengan kebijakan Rusia. Sejak lama, Rusia telah vokal jika berurusan dengan konflik di Suriah. Bersama China, Rusia beberapa kali melayangkan veto pada resolusi Dewan Keamanan PBB soal Suriah.
Tiga Solusi
Menlu Marty, yang ikut serta dalam perundingan Suriah akhir bulan lalu menegaskan ada tiga solusi yang harus diambil di Suriah. Pertama, konflik di Suriah tidak dapat selesai dengan solusi militer, harus dengan jalur politis.

Kedua, kekerasan bersenjata harus dihentikan, dan ketiga, bantuan kemanusiaan harus dapat disalurkan kepada kalangan sipil yang sangat memerlukannya.

Walaupun belum menemui titik terang, namun perundingan kedua kubu di Suriah disebut-sebut cukup memuaskan. Salah satu hasil perundingan kedua ini adalah diperbolehkannya warga kota di Homs untuk keluar setelah terjebak pertempuran beberapa bulan terakhir.

Namun, konflik sepertinya masih akan terus pecah jika Bashar al-Assad tidak segera turun. Oposisi bersikeras, salah satu persyaratan damai adalah lengsernya Assad. Mereka mengatakan, Assad yang diktator menggunakan tentara untuk membunuhi warganya. 

Nuklir Indonesia

www.infonuklir.com/nuklirindonesia

Metrotvnews.com, Surabaya: Indonesia sekarang dikepung 45 reaktor nuklir baru di berbagai negara yakni China berencana membangun 29 reaktor nuklir, Jepang 2 reaktor, India 7 reaktor, Korea 4 reaktor, Vietnam 3 reaktor, dan Malaysia 1 reaktor. Padahal, China, India, Jepang, dan Korea sudah memiliki reaktor lama.

Itu disampaikan Dubes RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional yang berkedudukan di Jenewa, Triyono Wibowo. "Karena itu, Indonesia sudah layak mengembangkan iptek nuklir. Untuk itu, perlu adanya hukum nuklir agar pengembangan iptek nuklir menjadi sesuatu ketentuan yang ketat," katanya di Rektorat Unair Surabaya, Jawa Timur, Jumat (11/10).

Menurut Triyono, kalau negara lain akan mengembangkan nuklir sudah diprotes internasional, tapi Indonesia belum berbuat sudah didukung untuk mengembangkan teknologi nuklir. Indonesia sudah memiliki sejumlah pakar nuklir yang melakukan riset di Yogyakarta, Bandung, dan Serpong sejak 1964.

"Jadi, soal kepakaran, kita sudah cukup. Tinggal aplikasi saja yang menunggu sikap pemerintah. Yang jelas kebutuhan energi akan mengalami kenaikan pada 2013. Bahkan, cadangan minyak dunia tinggal 4 miliar barel yang akan habis dalam 12 tahun lagi (2025)," katanya. (Ant)

Kini Dunia saat ini dunia sedang gencar untuk menciptakan berbagai jenis energy alternative yang tengah dikembangkan misalnya sumber energy surya, angin, air, laut, dan biogas. Indonesia sendiri sebenarnya masih memiliki sumber energi yang begitu banyak, saya mengutip dari indocropcircles.wordpress.com bahwa Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta, MS dan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Prof. Dr. Djarot S Wisnubroto mengunjungi Sintang Kalimantan Barat, pada awal Mei 2013 lalu guna meninjau potensi uranium di Kabupaten Melawi Kalimantan Barat. 

Ternyata di Kabupaten Melawi memiliki Potensi uranium terbesar di Indonesia dan sudah dilakukan ekplorasi sejak tahun 1974. Dikutip dari blognuklir.wordpress.com Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Kalimantan Barat Fathan A Rasyid kepada wartawan menyatakan bahwa cadangan uranium Kalbar bisa digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir selama 150 tahun. Diperkirakan, Kalbar memiliki 25.000 ton uranium yang tersebar di sekitar Kabupaten Melawi dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperkirakan terdapat cadangan 70.000 ton Uranium di Indonesia, itu berarti seharusnya Indonesia tidak akan takut dengan krisis energi dunia, karena di bumi pertiwi ini begitu banyak sumber energy yang masih belum dimanfaatkan.

Banyaknya kandungan uranium yang ada di Indonesia yang menjadi bahan dasar Nuklir merupakan salah satu energi alternatif untuk kebutuhan energi Indonesia yaitu dengan membangun atau membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Inilah salah satu bukti bahwa Indonesia begitu kaya akan sumber daya alamnya, malangnya kekayaan SDA itu banyak yang menjadi bumerang bagi Indonesia sendiri, kekayaan yang tidak bisa dinikmati sepenuhnya oleh rakyat Indonesia. Masih banyak Negara-negara luar yang mengambil alih sumber daya alam Indonesia, dan kita harus menggigit jari melihat SDA kita dikeruk habis yang kemudian menimbulkan derita bagi rakyat Indonesia. Jangan sampai kekayaan energi nuklir yang ada di bumi borneo mengalami nasib serupa dengan nasib emas dan perak di Papua. Selamatkan Indonesia dari krisis energy dan para kapitalis yang hanya membuat rakyat kita menderita, “jangan takut Indonesia punya nuklir”

Merdeka.com - Indonesia, di samping sebagai negara terbesar dalam organisasi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), juga merupakan negara dengan teknologi nuklir paling maju.

Hal itu dikatakan anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Muhammad Najib di sela Seminar Maintaining a Southeast Asia Free of Nuclear Weapons di Jakarta, Selasa (12/2).

Najib mengatakan Indonesia saat ini sudah memiliki tiga reaktor nuklir. "Yang pertama didirikan itu di Bandung, lalu Kartini di Yogya, dan di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknolog (Puspiptek)," kata dia.

Teknologi nuklir yang dimiliki Indonesia saat ini, kata dia, sudah mampu menghasilkan bibit-bibit tanaman baru dan obat-obatan.

Indonesia juga sudah berhasil mempengaruhi ASEAN supaya menjadi kawasan bebas senjata nuklir. Langkah itu mendapat apresiasi dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Selain itu, lanjut dia, baik pemerintah maupun DPR sudah memutuskan Indonesia tidak akan mengembangkan kemampuan teknologi nuklir untuk membuat senjata nuklir. "Kita hanya mengembangkan untuk tujuan damai seperti energi, kesehatan, pertanian, peternakan atau hal lain yang bermanfaat bagi manusia dan kemanusiaan," jelas Najib.

Persenjataan RI buatan dalam Negeri

musya1.blogspot.com"

" Indonesia merupakan sebuah negara kepuluan dan merupakan negara kepulauan terbesar ke 2 setelah Republik Finlandia (http://indooneesia.blogspot.com/2013/03/10-negara-dengan-pulau-terbanyak.htmlttp:="">
om/"> ), oleh karena itu Indonesia harus mempunyai kekuatan untuk mempertahankan pulau-pulau tersebut dari serangan luar, baik sekarang maupun untuk masa depan, terutama negara-negara tetangganya. "

Karena Sejak jaman kerajaan Inggris, Indonesia sudah berselisih dengan negara-negara tetangganya, hingga saat ini gangguan tersebut masih terus terjadi dan akan terus terjadi jika Indonesia tidak memperkuat diri"

" Kekuatan untuk mempertahankan negara tersebut sampai saat ini banyak yang didapat dari negara lain alias Impor, dan jika ini terus berlanjut akan memungkinkan kalau Indonesia tidak akan mampu mengimbangi kekuatan musuh yang ingin mencaplok negara ini, karena anggaran untuk mendatangkan kekuatan/teknologi militer sangat besar. Sehingga ini mendorong seluruh elemen anak bangsa untuk melakukan perubahan, terutama dalam pertahanan militer/alutsista TNI "


"Sebagai bangsa yang besar Indonesia sudah mampu membangun alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang tidak kalah dengan bangsa lain. Ada beberapa karya anak bangsa yang dapat diandalkan baik yang sudah diciptakan maupun yang masih dalam pengembangan  seperti (Rantis, tank, pesawat tempur, helikopter serang, senjata, roket, dll.