09/05/14

Merek Ternama Ternyata Made In Indonesia

made in indonesia
made indonesia



Kita mungkin masih meragukan kualitas dari produksi bangsa kita, lebih bangga dengan produk luar. Namun di zaman globalisasi saat ini, tidak ada jaminan suatu barang atau produk itu dihasilkan dari negara asal produk tersebut. Karena bisa saja pabrk pembuatannya di negeri lainnya. Bila kita jeli sebenarnya bisa kita lihat di kotak, atau disuatu bagian produk tersebut asal pabrik produk atau barang tersebut. Sebagian orang masih berpola pikir kualitas dalam negeri kurang dibandingkan dengan dalam negeri. Kalau memang kualitas produk bangsa kita serendah itu bagaimana mungkin merek-merek luar mempercayakan barangnya untuk dibuat di dan oleh Bangsa Indonesia?.
Mark and Spencer, Mango, Zara, Sears, Wal-Mart, GUESS, Quicksilver, Gymboree, Charles Vogele, Okaidi adalah jajaran merek-merek alias brand pakaian terkenal dan mendunia. Kualitas pakaian yang terjamin ditambah merek yang terkenal menjadikan merek pakaian tersebut memiliki harga yang mahal. Semua merek pakaian terkenal tersebut adalah merek luar yang tidak dimiliki oleh bangsa Indonesia. Tapi tahukah anda bahwasanya sebagian produk pakaian dari merek-merek pakaian tersebut ternyata dibuat di Indonesia negara tercinta ini.
Bagi yang memakai produk pakaian tersebut selama ini mungkin bangga dengan merek yang luar negeri namun bisa saja pakaian tersebut adalah salah satu produk Bangsa Indonesia. PT. Sri Rejeki Isman (Sritex) pabrik tekstil yang berlokasi di Desa Jetis, Sukoharjo, Jawa Tengah adalah perusahaan kebanggaan Indonesia yang memproduksi sebagian dari produk-produk terkenal di atas. Perusahaan ini sudah terkenal dengan kualitas produksi yang dimilikinya. Perusahaan ini juga adalah produsen pakain tentara untuk banyak negara termasuk untuk NATO.
Selain produk tersebut masih ada merek sepatu yang sangat ternama yang sudah sejak lama produksinya di Indonesia. Nike dan Adidas adalah merek sepatu olah raga yang sudah mendunia yang mempercayakan produksinya di Indonesia dan itu sudah sejak lama. Tak ketinggal juga merek Dolce & Gabana, Geox yang juga mempercayakan produksi sepatunya di Indonesia. Mizuno dan New Balance yang anda miliki juga bisa saja adalah produksi PT Panarub Dwikarya yang berlokasi  di Indonesia. Jadi apa lagi yang yang membuat kita meragukan produksi bangsa kita tercinta ini, kalo bukan kita siapa lagi yang mampu membanggakan produksi bangsa ini apakah kita Cuma bangga dengan produk asing yang belum tentu 100% bukan buatan Indonesia?

07/05/14

Presiden SBY Jangan Terjebak pada Diplomasi PM Abbott

Presiden SBY Jangan Terjebak pada Diplomasi PM Abbott
Guru Besar Internasional FHUI Hikmahanto Juwana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perdana Menteri Australia Tony Abbott kemarin diberitakan menelpon Presiden SBY selama 9 menit untuk menyampaikan penyesalannya tidak dapat memenuhi undangan hadir di Bali untuk Konferensi Open Government Partnership.
Guru Besar Hukum Internasional FHUI, Hikmahanto Juwana mengungkapkan Presiden SBY harus menyikapi telepon PM Abbott ini secara hati-hati agar tidak merugikan kepentingan nasonal Indonesia.
"Ini mengingat pada waktu hampir bersamaan terdapat insiden dimana Australia mendorong kapal pencari suaka ke wilayah teritorial Indonesia. Bahkan menaikkan tiga orang lain lagi (yang sebelumnya ditahan) ke dalam kapal tersebut. Hal terakhir ini merupakan modus yang sebelumnya belum pernah dilakukan oleh otoritas Australia," jelas Hikmahanto dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Rabu (7/5/2014).
Pada pemberitaan media Australia diindikasikan ketidakhadiran PM Abbott yang sebelumnya telah dikonfirmasi bertalian tentang insiden ini.
Indonesia sebagaimana disuarakan oleh Menlu Marty Natalegawa telah mengkritik secara keras terkait kebijakan PM Tony Abbott untuk menghalau para pencari suaka ke wilayah teritorial Indonesia.
"Oleh karenanya Indonesia tidak perlu terburu-buru atau merasa bersalah dengan belum normalnya hubungan Indonesia-Australia sebelum PM Tony Abbott mencabut kebijakan unilateral menghalau kapal pencari suaka yang merugikan Indonesia," ujarnya.
Presiden tidak perlu merasa harus menanggung beban untuk memperbaiki hubungan Indonesia-Australia karena akan mengakhiri masa jabatannya di bulan Oktober.
Pemulihan hubungan akan sangat bergantung pada kebijakan PM Tony Abbott atas masalah penyadapan dan masalah pencari suaka.
"Presiden tidak boleh terjebak atas kelicikan Australia karena 'keramahan' PM Tony Abbott melakukan telepon pribadi," ungkap Hikmahanto.

04/05/14

Malaysia Terapkan Sistem Keamanan Baru di Bandara


Ini kontrol perbatasan paling canggih. Jangan ada lagi tragedi MH370. VIVAnews – Malaysia akan menerapkan sistem pemeriksaan baru di bandara bagi penumpang yang masuk ke negara itu, setelah tragedi menghilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Sistem itu dikenal dengan nama Advance Passenger Processing System (APPS). APPS merupakan sistem kontrol perbatasan paling canggih yang beroperasi saat ini. Sistem tersebut bakal diterapkan pertengahan Juni 2014 di bandara Malaysia. APPS diharapkan mampu mencegah masuknya penumpang asing yang masuk daftar hitam atau dicurigai sebagai teroris atau penjahat. Sistem ini melarang calon penumpang dengan catatan kriminal serius untuk memperoleh izin masuk ke suatu negara Untuk memasang sistem itu, Malaysia mendatangkan ahli dari Amerika Serikat dan Eropa. Lihat di tautan video ini. Bersama Malaysia, pada Juni mendatang ada 30 negara yang juga menerapkan peningkatan sistem keamanan bandara. Negara-negara itu antara lain Singapura, Australia, Selandia Baru, Kanada, dan Amerika Serikat. (art) © VIVA.co.id