Metrotvnews.com, Surabaya: Indonesia sekarang dikepung
45 reaktor nuklir baru di berbagai negara yakni China berencana
membangun 29 reaktor nuklir, Jepang 2 reaktor, India 7 reaktor, Korea 4
reaktor, Vietnam 3 reaktor, dan Malaysia 1 reaktor. Padahal, China,
India, Jepang, dan Korea sudah memiliki reaktor lama.
Itu disampaikan Dubes RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional yang berkedudukan di Jenewa, Triyono Wibowo. "Karena itu, Indonesia sudah layak mengembangkan iptek nuklir. Untuk itu, perlu adanya hukum nuklir agar pengembangan iptek nuklir menjadi sesuatu ketentuan yang ketat," katanya di Rektorat Unair Surabaya, Jawa Timur, Jumat (11/10).
Menurut Triyono, kalau negara lain akan mengembangkan nuklir sudah diprotes internasional, tapi Indonesia belum berbuat sudah didukung untuk mengembangkan teknologi nuklir. Indonesia sudah memiliki sejumlah pakar nuklir yang melakukan riset di Yogyakarta, Bandung, dan Serpong sejak 1964.
"Jadi, soal kepakaran, kita sudah cukup. Tinggal aplikasi saja yang menunggu sikap pemerintah. Yang jelas kebutuhan energi akan mengalami kenaikan pada 2013. Bahkan, cadangan minyak dunia tinggal 4 miliar barel yang akan habis dalam 12 tahun lagi (2025)," katanya. (Ant)
Itu disampaikan Dubes RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional yang berkedudukan di Jenewa, Triyono Wibowo. "Karena itu, Indonesia sudah layak mengembangkan iptek nuklir. Untuk itu, perlu adanya hukum nuklir agar pengembangan iptek nuklir menjadi sesuatu ketentuan yang ketat," katanya di Rektorat Unair Surabaya, Jawa Timur, Jumat (11/10).
Menurut Triyono, kalau negara lain akan mengembangkan nuklir sudah diprotes internasional, tapi Indonesia belum berbuat sudah didukung untuk mengembangkan teknologi nuklir. Indonesia sudah memiliki sejumlah pakar nuklir yang melakukan riset di Yogyakarta, Bandung, dan Serpong sejak 1964.
"Jadi, soal kepakaran, kita sudah cukup. Tinggal aplikasi saja yang menunggu sikap pemerintah. Yang jelas kebutuhan energi akan mengalami kenaikan pada 2013. Bahkan, cadangan minyak dunia tinggal 4 miliar barel yang akan habis dalam 12 tahun lagi (2025)," katanya. (Ant)
Kini
Dunia saat ini dunia sedang gencar untuk menciptakan berbagai jenis
energy alternative yang tengah dikembangkan misalnya sumber energy surya,
angin, air, laut, dan biogas. Indonesia sendiri sebenarnya masih
memiliki sumber energi yang begitu banyak, saya mengutip dari indocropcircles.wordpress.com bahwa Menteri
Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta, MS dan
Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Prof. Dr. Djarot S Wisnubroto
mengunjungi Sintang Kalimantan Barat, pada awal Mei 2013 lalu guna
meninjau potensi uranium di Kabupaten Melawi Kalimantan Barat.
Ternyata di Kabupaten Melawi memiliki Potensi uranium terbesar di Indonesia dan sudah dilakukan ekplorasi sejak tahun 1974. Dikutip
dari blognuklir.wordpress.com Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bapedda) Kalimantan Barat Fathan A Rasyid kepada wartawan
menyatakan bahwa cadangan uranium Kalbar bisa digunakan untuk Pembangkit
Listrik Tenaga Nuklir selama 150 tahun. Diperkirakan, Kalbar memiliki
25.000 ton uranium yang tersebar di sekitar Kabupaten Melawi dan Badan
Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperkirakan terdapat cadangan 70.000
ton Uranium di Indonesia, itu berarti seharusnya Indonesia tidak akan
takut dengan krisis energi dunia, karena di bumi pertiwi ini begitu
banyak sumber energy yang masih belum dimanfaatkan.
Banyaknya
kandungan uranium yang ada di Indonesia yang menjadi bahan dasar Nuklir
merupakan salah satu energi alternatif untuk kebutuhan energi Indonesia
yaitu dengan membangun atau membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Inilah salah satu bukti bahwa Indonesia begitu kaya akan sumber daya alamnya, malangnya kekayaan SDA itu banyak yang menjadi bumerang bagi Indonesia sendiri,
kekayaan yang tidak bisa dinikmati sepenuhnya oleh rakyat Indonesia.
Masih banyak Negara-negara luar yang mengambil alih sumber daya alam
Indonesia, dan kita harus menggigit jari melihat SDA kita dikeruk habis yang
kemudian menimbulkan derita bagi rakyat Indonesia. Jangan sampai
kekayaan energi nuklir yang ada di bumi borneo mengalami nasib serupa
dengan nasib emas dan perak di Papua. Selamatkan Indonesia dari krisis
energy dan para kapitalis yang hanya membuat rakyat kita menderita,
“jangan takut Indonesia punya nuklir”
Merdeka.com - Indonesia, di samping sebagai negara terbesar dalam
organisasi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), juga merupakan negara
dengan teknologi nuklir paling maju.
Hal itu dikatakan anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Muhammad Najib di sela Seminar Maintaining a Southeast Asia Free of Nuclear Weapons di Jakarta, Selasa (12/2).
Najib mengatakan Indonesia saat ini sudah memiliki tiga reaktor nuklir. "Yang pertama didirikan itu di Bandung, lalu Kartini di Yogya, dan di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknolog (Puspiptek)," kata dia.
Teknologi nuklir yang dimiliki Indonesia saat ini, kata dia, sudah mampu menghasilkan bibit-bibit tanaman baru dan obat-obatan.
Indonesia juga sudah berhasil mempengaruhi ASEAN supaya menjadi kawasan bebas senjata nuklir. Langkah itu mendapat apresiasi dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).
Selain itu, lanjut dia, baik pemerintah maupun DPR sudah memutuskan Indonesia tidak akan mengembangkan kemampuan teknologi nuklir untuk membuat senjata nuklir. "Kita hanya mengembangkan untuk tujuan damai seperti energi, kesehatan, pertanian, peternakan atau hal lain yang bermanfaat bagi manusia dan kemanusiaan," jelas Najib.
Hal itu dikatakan anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Muhammad Najib di sela Seminar Maintaining a Southeast Asia Free of Nuclear Weapons di Jakarta, Selasa (12/2).
Najib mengatakan Indonesia saat ini sudah memiliki tiga reaktor nuklir. "Yang pertama didirikan itu di Bandung, lalu Kartini di Yogya, dan di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknolog (Puspiptek)," kata dia.
Teknologi nuklir yang dimiliki Indonesia saat ini, kata dia, sudah mampu menghasilkan bibit-bibit tanaman baru dan obat-obatan.
Indonesia juga sudah berhasil mempengaruhi ASEAN supaya menjadi kawasan bebas senjata nuklir. Langkah itu mendapat apresiasi dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).
Selain itu, lanjut dia, baik pemerintah maupun DPR sudah memutuskan Indonesia tidak akan mengembangkan kemampuan teknologi nuklir untuk membuat senjata nuklir. "Kita hanya mengembangkan untuk tujuan damai seperti energi, kesehatan, pertanian, peternakan atau hal lain yang bermanfaat bagi manusia dan kemanusiaan," jelas Najib.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar